Sabtu, 24 Maret 2012

Sakura - Sasuke


“Sakura - Sasuke”

By : Tian Senou Mihara
Disclaimer  : Naruto © Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance , Humor
Pair : SasuSaku
Warning : AU , OOC , TYPO , EYD enggak jelas -_- , etc~

DON’T LIKE DON’T READ :D

*ehm .. dikarenakan saya masih baru mohon pengertian , kritik , dan saran untuk para readers >.<*

Summary :
Setiap kata atau pun huruf masing-masing memiliki sebuah arti tertentu, begitu pula dengan cerita ini , dibalik dari sebuah kata Sakura-Sasuke yang menyiratkan sebuah cerita diantara keduanya 

Enjoy Reading~


                Hari ini adalah hari minggu, aku melihat sesosok gadis di hadapanku, aku melihat penampilannya dengan seksama, sekilas bibirku ku pun tersenyum dan aku berkata “yak perfect” ujarku sambil mengepalkan tangan, ya sesosok gadis itu adalah diriku sendiri, aku sedang menatap penuh seksama penampilanku di sebuah kaca yang terdapat di meja rias kamarku.

Karena hari ini hari minggu Sasuke kekasihku yang dingin namun tampan itu mengajakku pergi ke tempat yang aku mau, oleh sebab itu aku berdandan habis habisan untuk acara ini karena menurutku hari ini adalah hari yang sangat istimewa, bagaimana tidak? Seorang Uchiha bisa mengajak seorang gadis pergi di hari minggu? Ah itu hal yang amat sangat sulit aku percaya terlebih lagi dia mengajakku terlebih dulu.
 
                [FLASHBACK]

“Sakura?” Tanya Sasuke pada diriku yang tengah berbaring diatas rumput saat kita sedang menikmati istirahat siang di bawah sebuah pohon rindang di halaman samping sekolah.

“Hn?” jawabku sambil melihat wajah Sasuke yang sedang asik duduk bersender di batang pohon yang besar itu menikmati semilir angin yang menghembus wajahnya ‘Ah betapa tampannya dia’ batinku dalam hati. “Hari minggu kau ada acara?” Tanyanya lagi. Aku terdiam sejenak dan berfikir apakah aku memiliki sebuah janji atau tidak. “Tidak” jawabku singkat dan mulai menatap Sasuke heran.

“Kita pergi” ucap Sasuke dengan wajah datarnnya namun terlihat amat sangat tampan. “Heh? Kemana?” tanyaku yang langsung mengambil posisi duduk di hadapan Sasuke sehingga kita sekarang duduk saling berhadapan. “Tidak tahu” jawab Sasuke dengan wajah polos.

“Hah? Kau ini dasar aneh, memang kau ingin pergi kemana?” tanyaku padanya sambil mendengus melihat jawaban yang terlontar dari mulutnya tadi. “Kau ingin pergi kemana?” Tanya Sasuke balik kepadaku. “Aku? Hmm.. sebenarnya aku ingin pergi ke taman bermain hehe tapi kurasa itu tak mungkin karena Ino dan yang lainnya sedang sibuk” Jawabku polos sambil menggaruk-garuk belakang  kepala yang tidak gatal tak lupa disertai dengar cengiran khas Naruto teman sekelas Sasuke sekaligus kekasih Hinata teman sekelas Sakura.
“Kita pergi” Ucap Sasuke, “Kemana?” Tanyaku lagi

“Taman bermain” Ucap Sasuke singkat dan berhasil membuat mataku membulat sempurna, ‘Apa? Aku tidak salah dengar? Seorang Uchiha? Ke taman bermain? Apa yang salah dengan otaknya? Dia kan tidak suka tempat ramai’ Batinku dalam sambil menatap heran sang Uchiha. Sasuke hanya bisa mengangkat sebelah alisnya karena aku menatapnya seperti orang bodoh.

“Kujemput kau jam 10” Terang Sasuke yang berhasil menyadarkankku. “Eh? Ha? Ya baiklah hehe” Balasku dengan senyuman manis yang terukir di bibirku.

                [END FLASHBACK]

Waktu menunjukan pukul 09.50 kudengar suara seseorang memencet-mencet bel rumahku, aku pun segera bergegas turun dengan berlari-lari kecil.

 Ku buka pintu dan kudapati seorang pria berambut mencuat sedang berdiri disana, terlihat sangat tampan dengan sebuah kaos berwarna putih yang ia kenakan ditutupi sebuah jaket hitam keabu-abuan  yang terlihat sepeti jas namun bukan jas , celana jeans  yang setara dengan warna jaket yang ia kenakan, sepatu putih sport yang terlihat mahal, dan tak lupa sebuah hiasan kalung berantai lengkap dengan bandul yang menghiasi lehernya. ‘Sempurna’ Batinku saat melihat penampilan sang Uchiha. 

Oh Kami-sama betapa tampannya dia benar-benar deh, wajar saja dia memiliki penggemar yang sangat banyak bahkan terkadang aku merasa tidak pantas untuk bersanding dengan sesosok tampan yang tengah berdiri  dihadapanku ini pebedaan kami begitu sangat terasa, dia? Tampan,pintar,kaya sedangkan aku?. Haaaah aku hanya bisa menggeleng-geleng frustasi.

“Sudah siap?” Tanyanya seketika menyadarkanku dari lamunanku yang tidak berarti tadi ckk. “Eh? Iya tunggu sebentar aku pakai sepatu dulu” Jawabku langsung terburu-buru mengenakan sepatu yang sudah kusiapakan sedari tadi.

Sempurna sudah kini penampilanku dengan kaos putih yang kukenakan ditutupi dengan jaket jeans setengah jadi (?) ya jaket yang panjangnya hanya setengah badanku , dan lengannya yang hanya menutup sampai bagian siku ku, celana jeans pendek diatas lutut , sepatu sport putih dengan garis-garis merah muda senada dengan warna rambutku, kaos kaki putih, gaya rambut yang kukuncir seperti ekor kuda sehingga rambut panjangku tidak membuatku merasa gerah, tak lupa aku mengenakan sebuah kalung yang semakin memperindah penampilanku. Terlihat amat sangat sporty.

“Aku sudah siap ayo kita berangkat!” Pekikku semangat.

Skip Time Perjalanan

»»» oOo «««
Konoha Dreamland

                Sesampainya aku dan Sasuke di Konoha Dreamland aku langsung menarik Sasuke masuk.
“Sas! Ayo kita naik itu!” Pekikku pada Sasuke sambil menunjuk sebuah permainan roler coaster. “Tidak” Jawab Sasuke datar. “Hah? Kalo begitu kita naik itu” Tunjukku lagi pada permainan extream yang lainnya. “Tidak” Jawab Sasuke lagi. Aku hanya bisa mengerucutkan mulutku karena tingkah Sasuke yang menyebalkan.
“Yang itu,”
“Tidak.”
“Bagaimana kalau yang itu?,”
“Tidak.”
“Ah yang itu saja! Ayo Sas”
“Tidak!”

Aku terdiam, 1 menit, 5 menit , 3 2 1. “Ahhhhhhhhh! Kau ini niat mengajakku tidak sih?!” Teriakku di depan muka Sasuke, aku mengacak-ngacak rambut frustasi karena sedari tadi aku belum menaikki satu wahana pun. “Kau ini?! Kalau tidak niat mengajakku dan bermain sebaiknya tidak usah pergi saja!” Bentakku ketus pada Sasuke, sedangkan Sasuke hanya menatapku dengan wajah datar.

“Aku ingin makan es krim!” Ucapku masih dengan nada ketus.

 “Hn” Jawab Sasuke sambil mengekor di belakangku untuk menuju ke kedai eskrim.
“Terima kasih paman” Ucapku pada paman kedai es krim saat dia memberikan dua buah eskrim kepadaku. “Sama-sama nona” Jawab paman tersebut disertai cengiran yang mirip dengan Naruto teman sekelas Sasuke.
“Ini.” Ucapku pada sasuke sambil menyerahkan sebuah eskrim rasa mint kepada Sasuke karena aku tau Sasuke tidak terlalu suka dengan rasa manis. Saat aku ingin menyerahkan es krim pada Sasuke tiba-tiba aku merasa ada yang menarik celanaku. 

Segera aku tolehkan kepalaku kebawah, matakku membulat sempurna saat melihat seorang anak laki-laki kecil sedang menarik-naril celanakku. Sasuke hanya mengernyitkan sebelah alisnya saat menatap aku dan anak itu.

“Nee-san” Panggil anak itu kepadaku, lalu aku tatap dia dengan wajah penuh keheranan. “Iya?” Jawabku sambil berjongkok agar tinggiku dan tinggi anak tersebut sama. “Ada apa adik kecil?” Tanyaku padanya sambil mengelus pelan pucuk kepalanya.
“Em.. Ano apa rasa es krim  itu?” Tanyanya sambil menunjuk es krim strawberry yang sedang aku pegang. “Ini? Ini rasa strawberry.Apa kamu mau adik kecil?” Tanyaku padanya karena kulihat dia menginginkan es krim ku.

“Ehm” Jawabnya disertai senyuman manis yang membuat mukaku blushing.
“Baiklah kalau begitu nee-san belikan dulu ya?” Jawabku tersenyum sambil berdiri. Tapi saat aku hendak berdiri tangan anak itu menarik tanganku. Aku dan Sasuke saling mentap heran, lalu aku pun kembali berjongkok. “Ada apa?” Tanyaku kembali pada anak kecil tersebut.

“Aku ingin es krim yang nee-san makan” Jawab anak itu dengan muka polos. “Heh? Tapi ini sudah kumakan” Jawabku dengan tampang polos. “Tidak apa, aku ingin es krim yang nee-san makan saja karena aku yakin rasanya akan terasa lebih manis” Jawab anak itu dengan nada polos disertai senyuman dewa yang berhasil membuat Sakura blushing untuk kedua kalinya.

“Ya ya baiklah kalau itu maumu hehe, ini” Jawabku sambil menyerahkan eskrim yang sudah sedikit kumakan tersebut.
“Tunggu” Pekik seseorang dengan suara berat  yang amat sangat aku kenal, Sasuke. “Ada apa Sasuke?” Tanyaku pada Sasuke karena tiba-tiba menghentikan kegiatanku memberikan es krim pada anak kecil.
“Kalau kau mau es krim, makan saja punyaku” Ucap Sasuke datar sambil menyodorkan es krimnya kea rah anak kecil itu, aku hanya bisa menaikkan alisku bingung.

“Tidak mau!” Pekik anak itu.
“Hah?” Ucap Sasuke dengan wajah yang sedikit berubah. “Aku tidak mau es krim punyamu :p karena aku yakin rasanya tidak enak bweeek” Jawab anak itu kepada Sasuke dengan nada yang mengejek. “Lagi pula kau siapanya nee-san sih?” Tanya anak itu pada Sasuke. Sasuke hanya diam menatap dingin anak itu aku yakin dia ‘sedikit’ marah karena diejek haha.

“Dia pacar ku” Ucapku disertai senyuman menjawab pertanyaan anak itu karena sedari tadi Sasuke hanya diam saja dan memandang dingin anak itu ckk.

“Hah? Apa? Pacar nee-san? Tidak salah? Orang ini? Orang angkuh, menyebalkan, dan sombong seperti ini?” Teriak anak itu dengan nada tidak percaya, aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku sebagai tanda jawaban ‘ya’.
Aku menoleh ke arah Sasuke, kulihat mukanya memerah menahan amarah tangannya mengepal dan kulihat empat buah garis sudut siku-siku di pojok jidatnya XD. Aku pun berdiri dan membisikkan sesuatu pada Sasuke ‘Sabar, jangan terbawa emosi dia hanya anak kecil yang polos hihi,’ Bisikku di telinga Sasuke sambil terkekeh melihat ekspresi Sasuke saat ini.

“Oh ya ini es krim yang kamu mau” Ucapku sambil memberikan es krim yang sudah hampir meleleh. Anak itu memakannya dengan lahap aku hanya bisa tersenyum melihatnya seakan akan aku mempunyai seorang adik yang manis.

“cih” desah Sasuke.

                [SASUKE POV]

Saat melihat ada anak kecil yang mendekati Sakura aku hanya bisa mengeryitkan sebelah alisku. “Aku ingin es krim yang nee-san makan”. Saat mendengar kata-kata itu aku kaget.. tidak tidak bahkan aku ‘sangat’ kaget. Apa-apan anak ini? Dia ingin es krim Sakura? Padahal Sakura ingin membelikan es krim baru untuknya tapi kenapa dia menolak?. 

Sesaat aku lihat wajah anak itu dan dia balik melihatku, sebuah senyuman terukir di wajahnya tapi seperti senyuman ‘iblis’. Aku bergidik ngeri melihatnya, bagaimana bisa seorang anak kecil berwajah malaikat memiliki senyuman iblis seperti itu?

Oh Kami-sama apa yang akan terjadi denganku nanti. Kulihat Sakura ingin menyerahkan es krimnya tapi segera kucegah. Bagaimana bisa Sakura semudah itu memberikan es krimnya? Apalagi yang sudah iya makan. ITU SAMA SAJA DENGAN CIUMAN TIDAK LANGSUNG BUKAN???!! Aku frustasi! Amat sangat frustasi . 

Dengan cepat aku menawarkan es krim ku pada anak tersebut, tapi dia menolaknya. OH GREAT!! Seorang bocah ? menolak pemberian Uchiha? Bocah macam apa dia? Padahal kalau bocah ini memiliki gender perempuan aku yakin dia akan dengan senang hati menerima es krim pemberianku ini.

 Hello? Bahkan dia mengejekku dengan sebutan orang angkuh?menyebalkan?sombong? darahkan rasanya berdesir hebat menuju kepala, aku ingin menendang bocah tidak sopan ini hingga planet Pluto, tapi apa daya? Sakura membisikkan sesuatu yang membuatku mengurungkan niatku tadi.
Mataku membelalak saat Sakura memberikan es krimnya kembali pada bocah sialan itu, dan yang lebih meyebalkan lagi bocah itu menjilati dan memakan es krim itu dengan lahap. Oh Kami-sama ciuman tidak langsung itu pun terjadi! Aku berdecih kesal melihat kelakuan anak itu ckk.

                [END SASUKE POV]

“Sas? Sasuke!” Panggil ku pada kekasihku itu, entah kenapa aku lihat dia diam saja dari tadi. “Hn?” jawabnya sambil menolehkan kepalanya kepadaku. “Kau tidak apa?” Tanyaku khawatir, dia hanya menggelang pelan sebagai tanda jawaban.
»»» oOo «««
“Nee-san” Panggil seorang anak kecil. Aku menoleh ke arahnya dan baru sadar sedari tadi anak itu masih bersama dengan kami. “Kenapa?” Tanyaku sambil kembali berjongkok mensejajarkan tubuhku dengan anak itu. “Aku harus pergi, Kaa-san sudah memanggilku” Jawab anak itu sambil menunjuk Kaa-san nya yang sedang melambai-lambaikan tangannya.
“Um, baiklah kalau begitu adik kecil” Ucapku dengan senyuman manis. Anak itu pun berlari kea rah ibunya. Aku berdiri dan memandang Sasuke, kami bergegas pergi namun langkah kami tertahan saat kami mendengar suara anak kecil berteriak teriak memanggil kami.

“Nee-san!! Nee-san!” Panggil anak tadi sambil berlari kearahku. Aku menaikkan sebelah alisku karena heran mengapa anak itu kembali lagi? Apa ada yang tertinggal? Ckk.

“Ada apa adik kecil, apa ada yang tertinggal?” Tanyaku dengan senyuman menghiasi wajahkku. Anak itu mengangguk dan mengibas-ngibaskan tangan seakan akan dia berucap ‘Sini sini’. Aku segera menuruti perintahnya dan segera berjongkok . Dan tiba-tiba saat aku berjongkok
‘cup’

Bibir anak itu mendarat sempurna tepat di bibirku. Matakku melebar dan segera aku menutupi bibirku. “Aaa ci..ci..ciuman pertamaku” ucapku gagap, mukaku memerah, kepalaku rasanya pusing, mataku berputa-putar.
“Hehehe bibir kakak rasanya lebih manis dari pada es krim tadi” Ucap anak itu dengan watados nya (wajah tanpa dosa) sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal. Sontak wajahku makin memerah. “Terima Kasih untuk es krimnya nee” Ucap anak itu sambil berlari. Disela-sela larinya dia berbalik dan berteriak
 “ITU CIUMAN PERTAMAKU JUGA HAHA, HEI KAKAK RAMBUT PANTAT! KAU KALAH! HAHHAHAH” Teriak anak itu sambil berlari lagi dan membuat orang-orang yang berada di sekitar ku dan Sasuke menoleh kearah kami.

Aku masih tidak percaya dengan apa terjadi barusan, aku menolehkan kepalak ke arah Sasuke, dia hanya menatapku dengan tatapan datarnya. Tapi tiba-tiba dia menarikku dan membawaku ke salah satu wahana kincir angin.

Di dalam Kincir Angin

Aku menatap pemandangan kota konoha dari sudut kaca wahana tersebut. “Indah! Matahari terbenam, Kota Konoha jika dilihat dari sini memang benar benar indah! Ya kan Sas?” Pekikku pada Sasuke.
“Hn” Hanya jawaban itulah yang keluar dari mulut Sasuke.

Kami hanya terdiam menikmati suasana indah ini , tak ada satu suara pun yang keluar dari mulut kami.
“Sakura” Panggil Sasuke memecah keheningan  padaku, aku menoleh kearahnya dan segera menjawab panggilannya “Ya.” ucapku.

“Tadi” Ucap Sasuke memberi  jeda, aku menaikkan sebelah alisku jarena penasaran. “Tadi? Kenapa?” Tanyaku pada Sasuke.
“Soal” ucap Sasuke kembali terputus.

“Soal?” Tanyaku makin gregetan karena sedari tadi Sasuke memutus ucapannya. “Cium” Lanjut Sasuke dengan nada yang benar-benar pelan tapi aku dapat mendengarnya.
“Astaga! Iya! Itu ciuman pertamaku aaagrrhh anak itu kenapa dia melakukan itu padaku?!!” Teriakku frustasi sambil mengacak-ngacak rambut. “Cih! Menyebalkan!” Pekik Sasuke dengan nada menusuk.

“Heh? Kau kenapa Sas?” tanyaku dengan wajah polos, dan tiba-tiba saja 
‘cup’.

Sasuke mengecup bibirku. Aku benar-benar kaget dan mataku membulat sempurna akibat perbuatannya. “Aaa aa apa yang kau lakukan Sas?” Ucapku dengan tergagap gagap sambil mentup bibirku, aku yakin muka ku saat ini benar-benar merah seperti kepiting rebus yang baru matang.

“Aku tak rela jika ciuman pertamamu dirampas bocah sialan itu” Pekik Sasuke dengan wajah dan nada yang datar. “Ja jadi?? Kau cemburu Sasuke?” Tanyakku dengan nada menggoda.
“Tidak” Jawab Sasuke dengan wajah datar.

“Iya kau cemburu” godakku.
“Tidak”
“Iya”
“Aku tidak cemburu” elaknya lagi.
“Ah dasar Uchiha” Pekikku dengan nada meledek. “Kenapa” Tanya Sasuke dengan pandangan dingin. “Tidak apa-apa” Jawabku acuh dan menolehkan kepalaku kearah kaca  lagi.

Keheningan pun kembali tercipta sampai wahana tersebut berhenti.

Diberdayakan oleh Blogger.